Minggu, 24 Maret 2019

Panduan Praktis 4 Cara Jualan Baju Online Untuk Pemula


Inilah Panduan Praktis 4 Cara Jualan Baju Online Untuk Pemula- Ingin tahu cara jualan baju online agar laku di pasaran?

Di bawah ini, Finansialku sudah merangkum bagaimana cara jualan baju online, lengkap bagi pemula. Mari kita simak bersama!

Bisnis Jualan Baju Online
Tentunya Anda sudah mengetahui bahwa pakaian atau baju merupakan salah satu kebutuhan primer manusia.

Sebagai manusia yang beradab, sudah sewajarnya semua mengenakan pakaian sebagaimana mestinya.

Oleh karena itulah bisnis baju atau pakaian merupakan salah satu bisnis yang tidak pernah mati dan terus berkembang hingga saat ini.

Terlebih lagi, setelah adanya teknologi internet yang memungkinkan Anda membuka bisnis secara online.

Kombinasi bisnis baju dan teknologi internet tentu memberikan tawaran yang menarik dengan risiko rendah dan potensi keuntungan yang tinggi.

BACA JUGA: Cara Sukses Jualan Online Tanpa Modal untuk Pemula

Tetapi, Anda harus cerdas dalam mengelola bisnis ini, Anda harus tahu bagaimana cara jualan baju online jika baru memulainya. Jangan sampai tujuan menghasilkan keuntungan malah buntung.

1 Ketahui Pasar Anda & Produk yang Cocok

Sebelum menentukan produk yang ingin dijual, lihatlah dahulu pasar Anda.

Pasar merupakan salah satu aspek penting dalam bisnis.

Segmentasi pasar sendiri adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.

Sebagai contoh, mari melihat perbandingan berikut:

Apabila Anda memilih untuk menjual baju batik, pasarnya sangat luas. Anda harus memikirkan bagaimana cara agar pasar bisa mengenal baju batik Anda dan mengetahui apa bedanya dengan baju batik lainnya. Dengan kata lain pasarnya lebih luas.
Apabila Anda memilih untuk menjual baju batik sutera dengan sistem produksi ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), maka Anda harus menentukan kira-kira siapa orang yang mau dan mampu membelinya untuk menentukan segmen pasar. Dengan kata lain, pasarnya lebih segmented.

Setelah menentukan pasar, kini waktunya menentukan produk atau jasa yang ingin Anda jual.

Jika sudah menentukan produk yang dijual adalah pakaian, maka pakaian seperti apa yang akan Anda jual?

Jika Anda masih juga bingung, cobalah beberapa tips berikut:

Lihatlah sekitar Anda, maka Anda bisa menentukan produk pakaian seperti apa yang dibutuhkan masyarakat
Jadilah seorang problem solver, saat Anda menemukan masalah di sekitar, pikirkan produk yang bisa menjadi solusinya.
Perhatikan kemampuan dan pengetahuan serta passion Anda, pikirkan apa yang bisa Anda jual dengan lebih baik daripada orang lain.
Pikirkan bagaimana produk tersebut bisa ditukar menjadi sebuah nilai yang berarti.


Dengan kata lain, jangan langsung menentukan, tetapi Anda harus mengetahui kebutuhan dan minat masyarakat sekitar terlebih dahulu.

 #2 Buka Toko Online Supaya Mudah Proses Jual Belinya

Selanjutnya, Anda perlu menentukan sarana dalam proses jual beli tersebut. Apakah Anda ingin membuka sebuah gerai, atau membuka website?

Karena dalam topik kali ini yang dibahas adalah bisnis online, maka Anda bisa mempertimbangkan membuka sebuah website, marketplace, media chat sosial,  atau akun media sosial sebagai sarananya.

Pastikan lagi media ini tepat dan menyasar pada target pembeli produk atau jasa yang Anda jual, misalnya:

Jika Anda ingin menarget anak muda, gunakan media sosial yang digemari anak muda seperti Instagram dan Twitter
Jika Anda ingin menarget keluarga dan kelompok yang lebih luas, Anda bisa menggunakan BukaLapak atau Facebook

Jika modal yang dimiliki sedikit dan Anda baru saja memulai, disarankan untuk menggunakan sarana yang sudah ada, misalnya:

Marketplace: BukaLapak, Tokopedia, Shopee, dan sebagainya
Media sosial: Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya
Aplikasi chat: BBM, LINE, WhatsApp, dan sebagainya

Jika bisnis semakin berkembang, maka Anda bisa mulai membuat website sendiri. Mengapa? Karena membuat sebuah website membutuhkan biaya. Dengan kata lain, modal Anda bertambah.

Nah, mari melihat cara buka toko di 2 marketplace besar di Indonesia, yakni Tokopedia dan Bukalapak:

#1 Cara Buka Toko di Tokopedia

Anda bisa membuka toko di Tokopedia dengan mengikuti panduan berikut:

Pastikan Anda telah memiliki akun Tokopedia
Klik “Buka Toko” pada bagian kiri-atas halaman home lalu pilih “Buka Toko”
Isi semua data yang diperlukan dengan lengkap dan benar, seperti:
Domain toko (www.tokopedia.com/domaintokokamu)
Informasi toko (nama, slogan, deskripsi)
Dukungan pengiriman
Dukungan pembayaran
Foto profil toko
klik “Buka Toko”

#2 Cara Buka Lapak di BukaLapak

BACA JUGA: Trik Cara Mendapatkan Uang Dari Clickworker Dengan Cepat Untuk Pemula

Pastikan Anda telah memiliki akun BukaLapak
Klik “MyLapak” di pojok kanan atas. Akan muncul beberapa tab untuk melengkapi profil Anda di antaranya Akun, Pengiriman, Tutup Lapak, Rekening Bank, Notifikasi dan Sharing
Pada tab “Akun”, isi semua informasi Anda sebenar-benarnya. Jika sudah, klik simpan pada tab “Pengiriman”, pilih metode pengiriman yang akan Anda lakukan jika seumpama barang Anda terjual. Klik “Simpan” pada tab rekening bank, silahkan isi dengan nomor rekening Anda
Terakhir, untuk menjual barang dagangan pertama Anda, klik “Jual Barang”
Isi semua data tentang barang jualan Anda, dan jangan lupa untuk mengunggah gambar barang dagangan Anda sebaik mungkin


#3 Pelajari Pemasaran Digital

Setelah tokonya tersedia, kini saatnya mulai berjualan. Namun sayangnya sebagus apapun produk atau jasanya, akan sia-sia jika produknya tidak diketahui orang.

Anda bisa memulai pemasaran digital dengan memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya.

Saat ini, internet sudah sangat banyak membantu, dan aksesnya mudah serta luas.

Dengan demikian, media sosial kini menjadi salah satu sarana pemasaran yang efektif.

Selain itu, gunakanlah juga marketplace untuk memperluas jaringan Anda. Dengan memamerkan produk dan jasa di marketplace, produk Anda akan diketahui publik lebih cepat.

Nah, jika keduanya masih kurang efektif, Anda bisa buat blog sederhana dan gratisan, melalui WordPress, Blogger, Medium, atau situs lainnya.

Fungsinya sebagai tempat untuk menuliskan testimonial, penjelasan produk dan lain sebagainya.

Terakhir, gunakan teknik pemasaran yang lebih menyeluruh seperti memanfaatkan SEO (Search Engine Optimization).

Dengan memahami SEO, secara tidak langsung Anda mempermudah calon konsumen untuk menemukan produk Anda di situs pencarian seperti Google.

 #4 Hati-hati dengan Manajamen Keuangan

Masalah keuangan adalah salah satu penyebab kegagalan usaha bisnis online paling utama.

Banyak yang terjerumus dalam kegagalan hanya karena gagal mengatur keuangannya.

Apabila Anda ingin sukses jualan baju online, mulailah memperhatikan pentingnya manajemen keuangan bisnis secara profesional.


Contohnya adalah dengan memisahkan uang pribadi dan uang bisnis agar tidak pernah tercampur.

Kemudian Anda harus mulai menentukan modal awal bisnis, seperti biaya izin usaha, peralatan, branding, riset pasar, penyimpanan, dan sebagainya.

Biaya ini kemudian dilanjutkan dengan biaya operasional seperti biaya perawatan, marketing dan iklan, biaya produksi, bahan baku, upah pegawai, dan sebagainya.

Anda bisa membuat sistem keuangan sendiri atau menyewa jasa akuntan sehingga sistem yang dibuat semakin jelas dan terjamin.

 Efek Musiman (Seasonal Effect)
Tahukah Anda bahwa bisnis seperti baju online juga perlu memperhatikan efek musiman?

Betul sekali, biasanya pakaian yang dijual mengikuti trend yang sedang hot saat itu, dan cara inilah yang banyak dimanfaatkan penjual baju online yang sukses.

Contohnya, pada perayaan hari Imlek. Bukan hanya bagi mereka yang merayakan, namun hari raya Imlek juga bisa menjadi peluang bisnis bagi mereka yang tidak merayakannya.

Banyak sekali pintu rejeki yang terbuka seiring hari raya.

Memang betul ladang bisnis ini bersifat musiman, dan akan terus berubah seiring waktu, tetapi tidak ada salahnya memperoleh keuntungan di tengah kemeriahan momen tertentu bukan?

 Menghitung Modal Kerja (Net Working Capital)
Net working capital atau modal kerja merupakan kalkulasi likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar liabilitas saat ini dengan aset saat ini.

Alat ukur ini penting dalam bagi banyak pihak mengingat kemampuannya untuk menunjukkan bagaimana sebuah usaha memanfaatkan asetnya secara efisien.

BACA JUGA:  Cara Cepat Daftar Babe, Dapat Uang Gratis Langsung Transfer Masuk Rekening Tanpa Bayar

 Net working capital berfokus pada liabilitas saat ini seperti trade debts, accounts payable, dan vendor notes yang harus segera dibayarkan.

Apabila sebuah usaha tidak bisa memenuhi kewajibannya dengan aset yang tersedia, maka pemilik usaha akan dipaksa untuk menggunakan aset jangka panjangnya.

Hal ini bisa mengakibatkan penurunan tingkat operasi, penjualan, dan bahkan bisa menjadi sebuah indikasi masalah keuangan dan organisasi yang parah.

Rumus:

Rumus net working capital bisa diperoleh dengan mengurangi liabilitas saat ini dari asetnya.

Secara umum, rumusnya dapat diformulasikan sebagai berikut:

Net working capital = Aset saat ini – Liabilitas saat ini

Keterangan:

Aset saat ini yang biasanya dimasukan dalam perhitungan adalah uang tunai, accounts receivable, inventory, dan investasi jangka pendek.
Liabilitas saat ini yang biasanya dimasukan dalam perhitungan adalah accounts payable, accrued expenses dan pajak, customer deposits, dan trade debt. (beberapa orang juga memperhitungkan utang jangka panjang sebagai liabilitas)