Minggu, 17 November 2019

Sangat Menguntungkan Bisnis Properti Apartemen


Apartemen kos maupun apartemen yang dibuat sengaja untuk menyasar pasar sewa mahasiswa menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Harga sewanya bisa mencapai 50% dari cicilan KPA bulanan.

Faktanya, tak butuh rumah besar dengan jumlah kamar yang banyak untuk memulai bisnis kamar kos. Sebab mahasiswa maupun pekerja profesional hari ini cenderung menyukai apartemen sewa sebagai tempat tinggal mereka.

Di samping lebih praktis dan mewah, apartemen umumnya dilengkapi sarana dan prasarana lengkap seperti pusat kebugaran, kolam renang, taman, area komersil, cafe, hingga basement parkir yang lega. Inilah kelebihan yang tak bisa ditemui di rumah kos.

Jika diperhitungkan, biaya keanggotaan gym per bulannya mencapai Rp750 ribu. Sedangkan di apartemen, penyewa bisa menikmati semua fasilitas secara gratis. Tidak ada ongkos member karena sudah tertanggung dalam biaya maintenance.

Bagi investor, berbisnis kamar kos di apartemen sudah pasti mampu mendulang keuntungan rutin tiap bulannya.

Katakanlah Anda membeli dua unit apartemen harga Rp350 juta di sekitaran Jakarta. Satu unit bisa Anda sewakan sesuai harga apartemen pasaran semisal Rp4 juta per bulan.

Jika dihitung berdasarkan Kalkulator KPA, maka Anda hanya perlu mencicil sebesar kisaran Rp6 jutaan selama 15 tahun untuk dua unitnya sekaligus. Sementara uang sewa yang didapat adalah Rp8 juta, sehingga ada untung Rp2 juta per bulannya. Menarik, kan?

Selain meraih untung yang menggiurkan, apartemen juga akan menjadi milik Anda. Jika sudah usai cicilannya, unitnya bisa dijual kembali dengan harga yang mungkin sudah berubah satu kali lipat.

Kelebihan Apartemen Kos

Baca Juga:  Kenali Peluang Usaha Melakukan Bisnis Online Untuk Wanita Karir

Pertama, tingkat permintaan (demand) terhadap kamar kos tergolong tinggi, apalagi di kawasan-kawasan apartemen dekat kampus, pusat belanja, perkantoran, atau retail center. Pilihan apartemen dekat kampus bisa Anda temukan di sini.


Kedua, capital gain apartemen kos dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Dibanding investasi tanah kosong dan rumah sewa, capital gain apartemen kos rata-rata lebih tinggi.

Ketiga, apartemen kos memiliki capital rate (Cap-rate) 5% – 7%, jauh jika dibandingkan dengan rumah kos.

Tidak hanya itu, dalam kurun waktu satu tahun nilai jual apartemen dekat kampus umumnya tumbuh mencapai 23%. Apabila kenaikan ini konsisten terjadi tiap tahun, maka capital gain bisa dipastikan berada di posisi 100% saat lima tahun mendatang.

Uniknya, beberapa pengembang ada yang menyediakan jasa rental-management untuk membantu para investor menemukan penyewa potensial.

Jasa rental-management memiliki pembagian keuntungan 90:10, di mana pemilik mendapat 90 persen dari hasil sewa. Sementara itu, service charge apartemen dibebankan kepada pemilik dan pemilik biasanya membebankan kepada penyewa.

Untuk harga sewanya sendiri sekitar Rp2,5 juta-Rp3,5 juta per bulan, tergantung tipe. Perhitungan cepat, harga sewa apartemen studio adalah Rp30 juta per tahun, di mana Rp27 juta masuk ke kantong pemilik.

Selanjutnya, jika harga jual apartemen studio mengalami kenaikan Rp10 juta per tiga bulan, maka dalam setahun harganya akan naik Rp40 juta. Dengan demikian, dalam satu tahun Anda bisa mengantongi keuntungan kurang lebih Rp67,8 juta per tahun.

Tapi, Harus Pandai Memilah

Mengingat tindakan kriminal dan penyalahgunaan obat terlarang masih akrab di area apartemen, maka hal seperti inilah yang perlu diketahui saat memutuskan berinvestasi apartemen sewa.

Beruntung, saat ini beberapa pengembang rutin melakukan sejumlah pengawasan ketat, seperti Green Pramuka City (GPC) yang menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas narkoba di lingkup apartemen.

Rudy Herjanto, Direktur Utama Green Pramuka City menyatakan “Kerjasama ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, yang kami tanggapi secara serius sebagai bentuk dukungan dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia.”

Sementara itu Irjen Pol. Drs. Dunan Ismail Isja, MM, selaku Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN berharap agar Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan Apartemen dapat diberantas secara maksimal.

“Sebagai upaya terkait hal ini, kami telah menyusun berbagai program diantaranya sistem random check di setiap tower apartemen. Serta melakukan pemeriksaan unit bagi oknum yang mencurigakan berdasarkan data dari BNN dan Kepolisian,” kata Lusida Sinaga, Head of Communications of Green Pramuka City.

Selain program random check, edukasi tentang bahaya narkoba bagi lingkungan kawasan apartemen juga akan dilakukan secara berkelanjutan

sumber:  rumah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar