Selasa, 17 Desember 2019

Kumpulan Contoh Puisi tentang Sahabat dalam berbagai Suasana

Kumpulan Contoh Puisi tentang Sahabat dalam berbagai Suasana

Kehadiran sahabat baik akan membuat hidupmu dipenuhi kebahagiaan. Sebaliknya, teman yang buruk bisa saja membawa kesengsaraan bagimu. Lika-liku hubungan persahabatan itu tergambarkan dengan apik lewat contoh puisi tentang sahabat yang terangkum di artikel ini. Yuk, baca hingga selesai!

Aristoteles berkata, “Menjadi seorang teman adalah pekerjaan mudah, tapi persahabatan adalah buah yang lama matang.” Jadi, kamu dapat berteman dengan siapa pun tapi membutuhkan waktu yang lama agar dapat bersahabat dengan mereka. Untuk tahu gambaran lengkapnya, simak saja contoh puisi tentang sahabat ini!

Terdapat banyak puisi yang bisa kamu pilih untuk diberikan pada sahabatmu, baik itu yang mengharukan atau bermakna mendalam. Selain itu, ada pula sajak yang mampu melukiskan perasaanmu ketika dilukai teman.

Sajak-sajak itu bisa juga kamu jadikan referensi dalam menulis puisi buat sahabat tersayang dengan tema serupa. Kamu dapat menulis puisi berdasarkan berbagai pengalaman menyenangkan bersama kawan-kawanmu.

Penasaran seperti apa kumpulan contoh puisi tentang sahabat yang bisa kamu jumpai di sini? Yuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini! Siapa tahu ada banyak sajak yang menarik hati dan memberimu inspirasi.

1. Teman Telah Berpulang

Akhirnya senyap. Semua lindap. Seorang teman pulang. Tak ada yang kekal, kecuali kenangan, dan tetek bengek tentang hal ihwal yang berkaitan dengan ingatan.
Jiwa larut dalam lapis keabadian. Kata-kata hanyut dalam misteri kematian. Tentu, kamu tak lagi bisa mengingat. Bahkan mulutmu beku. Mimpi pun tak lagi tersisa.
Hidup memang serupa arloji. Bergerak pelahan, seakan berputar, tetapi akhirnya sampai juga pada kulminasi. Tapi sebentar: bukankah memang tak ada yang hebat dalam kehidupan? Bukankah?
(Kurniawan Junaedhie, Seorang Teman Pulang)
Hampa dan sedih sekali rasanya ditinggal sahabat untuk selama-lamanya. Mungkin itulah yang coba ingin dituangkan Kurniawan Junaedhie lewat puisinya berjudul Seorang Teman Pulang tersebut.
Pernahkah kamu mengalami pengalaman serupa? Jika pernah, bisa jadi apa yang kamu rasakan mirip contoh puisi tentang sahabat di atas. Semua terasa sunyi, hingga akhirnya kamu menyadari tak ada yang abadi di dunia ini, kecuali kenangan tentang kawan yang telah meninggal itu.

2. Kriteria Teman Sejati

Aku ingin seorang teman
Yang senyumnya bertahan
Dalam gemuruh kota dan sunyi desa.
Aku ingin seorang teman
Yang tidak putus asa di musim kemarau
Dan tidak sombong di musim hujan.
Aku ingin seorang teman
Yang nafasnya tetap teratur
Dalam keributan dan keheningan.
Aku ingin seorang teman
Yang bisa memisahkan urusan pribadi
Dan kepentingan banyak orang.
Kalau boleh aku ingin memilih teman
Yang tetap berpikir jernih di dalam keruhnya zaman
Yang sanggup mendengar pujian maupun ejekan
Yang tetap punya harapan pada saat orang lain ketakutan
Yang tetap bersih dan sehat pada saat semua jadi jorok dan sakit-sakitan.
Tapi aku tahu semua teman bisa pergi
Untuk sementara atau selamanya
Seorang teman bisa berkelit
Bisa jadi pikun atau pura-pura lupa.
Sementara aku sendiri juga bisa mati
Sebelum rumah persahabatan
Selesai kubangun untuknya.
Karena itu aku ingin seorang teman
Yang bersedia tinggal di hati kecilku
Dan memberiku ruang di dalam hatinya.
(Eka Budianta, Aku Ingin Seorang Teman)
Sahabat seperti apakah yang ingin kamu miliki di dunia ini? Apakah seseorang yang memiliki karakter seperti yang disebutkan Eka Budianta dalam sajaknya berjudul Aku Ingin Seorang Teman di atas?
Bersyukurlah jika kamu mempunyai teman yang selalu menguatkanmu ketika mendapat banyak masalah. Sahabat yang setia menemani di saat orang-orang sekitar tak mempercayaimu atau bahkan meninggalkanmu.

3. Saudara dari Rahim Berbeda

Kita hakikatnya dilahirkan satu nama
penderitaan dan kesetiaan
tarikan tali nasib
menyeretku mengenal takdir
karenanya mari kita berbimbing tangan
fajar gemilang di depan
kita adalah orang-orang merdeka
tahu betapa kebenaran ditempa
meski dalam dunia yang terpisah.
(Djamil Suherman, Persahabatan)
Lewat contoh puisi pendek tentang sahabat tersebut, Djamil Suherman berusaha memaknai arti persahabatan. Kawan bagaikan saudara yang dilahirkan dari rahim berbeda serta selalu setia menemani dalam mengarungi suka duka kehidupan.
Ketika kamu menemukan seseorang yang membuatmu merasa nyaman dan bebas menjadi dirimu sendiri, kemungkinan dia adalah sahabat sejati. Keakraban akan terus terjalin meski terkadang kalian dipisahkan jarak dan waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar