Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Peluang Usaha dan Investasi Bagi Milenial saat Resesi

Fokuskan.com - Korea Selatan (Korsel) resmi mengalami resesi setelah data ekonomi kuartal II 2020 mencatatkan minus 3,3 persen. Sebelumnya, Singapura juga mengumumkan hal serupa usai kinerja ekonomi pada April-Juni lalu tercatat minus 41,2 persen.

Indonesia juga diprediksi akan terperosok ke jurang resesi. Pasalnya, berbagai lembaga memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh negatif pada kuartal II dan III berturut-turut. Hal ini tentu membawa ancaman bagi para pekerja milenial baik di sektor formal maupun informal.

Bagi pekerja formal, resesi dapat berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) jika perusahaan melakukan efisiensi besar-besaran. Sementara untuk pekerja informal pendapatan bisa terganggu karena menurunnya permintaan di berbagai sektor.

Kendati demikian, ada sejumlah peluang usaha dan investasi yang bisa dimanfaatkan generasi milenial untuk tetap bertahan di tengah kelesuan ekonomi. Apa saja?

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan milenial harus pintar-pintar melihat alternatif usaha baru saat resesi dengan menyasar sektor yang tetap tumbuh. Misalnya, kata dia, sektor kebutuhan primer mulai dari makanan hingga peralatan komunikasi.

Untuk pekerja milenial dengan pendapatan berkisar Rp6 juta hingga Rp10 juta per bulan, kata Eko, bisnis catering dan pulsa cukup menjanjikan. Asalkan bisa dipasarkan dengan cara menarik dua sektor usaha ini bisa memberikan pemasukan sampingan yang cukup untuk bertahan di masa resesi.

"Ketika uang agak susah dikeluarkan milenial harus punya kreativitas atau ide untuk bisa menjual layanan yang dibutuhkan masyarakat. Karena konsumsi akan tetap tumbuh walaupun krisis,

Di samping itu lanjut Eko, milenial juga perlu merespon tren perubahan pola konsumsi masyarakat. Misalnya jika masyarakat lebih memprioritaskan kesehatan di tengah pandemi, alat-alat olahraga atau kesehatan lainnya bisa jadi peluang bisnis.

Jika tak punya modal cukup untuk membuka usaha sendiri, Eko menyarankan milenial menanamkan uangnya di Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang prospek bisnis sedang bagus. Caranya bisa bermacam-macam, bisa melalui aplikasi financial technology (fintech) peer to peer lending maupun relasi pribadi.

Namun jika menanamkan modal lewat fintech, ia menyarankan untuk menggunakan aplikasi yang telah mendapatkan izin dari OJK dan punya rekam jejak baik.

"Prospeknya dilihat dan perlindungannya. Bisanya beberapa fintech peer to peer lending misalnya itu ada asuransinya. Itu juga lebih bagus sehingga kalau macet ada asuransi yang menggantinya.

Selain itu, peer to peer lending juga termasuk instrumen investasi yang cukup likuid. Kreditor bisa fleksibel memilih berapa lama menempatkan dananya di UMKM serta berapa tingkat imbal hasilnya. "Ini cukup likuid dibandingkan instrumen seperti deposito maupun obligasi ritel pemerintah," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Jessica Wijaya, pendiri komunitas online Jess Investing Club, menyarankan milenial untuk menyisihkan minimal 10 persen dari pendapatannya untuk menghadapi resesi.

Uang tersebut dapat ditempatkan di instrumen investasi yang likuid tetapi cukup aman, salah satunya reksadana pasar uang.

Menurut Jessica, meski suku bunga Bank Indonesia saat ini rendah dan imbal hasil reksadana pasar uang tak terlalu besar, instrumen ini cukup aman dibandingkan reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

"Untuk pendapatan tetap harus dicermati komposisi penempatan dananya, apakah di government bonds atau corporate bonds yang memiliki risiko lebih tinggi. Masalahnya tidak semua di-disclose di fund fact sheet, jadi investor harus bisa mencari tau isi dari reksa dana fixed incomenya," tuturnya.

Sementara untuk tip memilih reksadana pasar uang, kata dia, harus dicari terlebih dahulu manajer investasi yang ternama dan memiliki reputasi baik. Lalu, bisa dengan melihat kinerja masa lalu (historical performance) sebagai kriteria kedua.

"Walaupun bukan merupakan indikasi untuk return kedepannya tapi ini (kinerja masa lalu) adalah salah satu cara untuk melihat konsistensi pengelolaan dananya," pungkasnya.

Posting Komentar untuk "Peluang Usaha dan Investasi Bagi Milenial saat Resesi"