Kisah Umar bin Abdul Aziz melepaskan budaknya yang Meacuni Dirinya


Kisah Umar bin Abdul Aziz melepaskan budaknya yang Meacuni Dirinya

Khalifah Umar bin Abdul Aziz membebaskan budak yang telah meracuninya sebelum dia meninggal. “Oh, kau meracuniku. Apa yang membuatmu ingin melakukan ini?” tanya Khalifah kepada budaknya.

"Mereka menghadiahi saya 1.000 dinar dan menjanjikan saya kebebasan," jawab budak itu, seperti yang dikutip Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya "History of Islam".

Kemudian Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar uang itu diberikan kepadanya. Alas menyerahkan uang itu, lalu Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar uang itu dimasukkan ke baitul mal. Setelah itu, Khalifah memerintahkan Arras untuk segera pergi sebagai orang bebas.

Setelah Umar bin Abdul Aziz memerintah selama 2 tahun 5 bulan, akhirnya beliau wafat pada tanggal 25 Oktober 101 M. Meski waktunya singkat, ia tetap memberi secercah harapan bahwa keadilan masih mungkin terjadi di dunia Islam.

Rashidun Kulafa . Kelima

Hampir seluruh umat Islam sepakat bahwa ada empat yang dikenal dengan Khulafah Rasyidin. Mereka adalah Abu Bakar Ash Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Ini adalah pemimpin umat Islam, dan mereka dianggap adil dan bijaksana.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dianggap memiliki keadilan dan kebijaksanaan yang setara dengan pendahulunya, sehingga ia biasanya dianggap sebagai Hurafa Rasyiddin kelima.

Khalifah kedelapan Dinasti Umayyah ditanyai di Dabik, salah satu tempat di Suriah, di Safar pada 99 H.

Umar bin Abdul Aziz yang baru saja dinobatkan sebagai khalifah langsung menanggalkan semua pakaian mahal dan menggantinya dengan pakaian murah.

Dia memerintahkan istrinya untuk melepas semua perhiasan dan meletakkannya di Baitul Mal. Saat Umar memimpin pemakaman pendahulunya, Khalifah Suleiman bin Abdul Malik, anak buahnya langsung bergegas mengajaknya menggunakan kereta emas kendaraan dinas Khalifah. Namun Umar menolak, dan memilih menunggangi keledai.

Ketika anak buahnya memintanya untuk menduduki istana di Damaskus, dia menolak. "Juga Ayub bin Suleiman dan keluarganya. Selama mereka masih ada, saya tidak akan menempati mereka," katanya. Umar pun memilih tinggal di tendanya.

Tidak ingin kekuasaan

Abdul Aziz bin Al Walid, yang semula diharapkan menggantikan Al Walid, namun rencana itu gagal. Suleiman akhirnya naik takhta. Dia bergegas naik takhta begitu mendengar kabar kematian Suleiman. Damaskus.

Dia tidak tahu bahwa Umar bin Abdul Azizlah yang menggantikan Sulaiman sebagai Khalifah. Dia datang dengan pasukannya.

Di Damaskus, Omar menerimanya dengan tangan terbuka. Omar bin Abdul Aziz kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia tidak menginginkan kekuatan seperti ini. Jika Abdul Aziz ingin menerimanya, maka dia tidak akan menghalangi.

Umar bin Abdul Aziz lebih suka menghindar dan kembali ke rumahnya. Namun setelah mendengar pernyataan Omar, Abdul Aziz malah berkata: "Kecuali kamu, tidak ada yang mau mengisi kekuasaan ini."

Ibarat sebuah revolusi, begitu Umar berkuasa, semua kebijakan pusat kekuasaan Umayyah berubah, yang berbanding terbalik dengan yang sebelumnya.

Beberapa gubernur yang dia yakini curang atau korup segera dihentikan olehnya. Termasuk apakah penipuan tersebut terjadi pada kelompok non-Muslim, seperti yang telah terjadi di beberapa kawasan Eropa.

biarkan panas

Umar bin Abdul Aziz (Umar bin Abdul Aziz) mereformasi banyak hal, termasuk permusuhan Bani Umayyah terhadap Ahl Bait Rasulullah SAW. Tanah Fadak yang semula dikembangkan oleh Bani Umayyah dikembalikan kepada Bani Hasyim sebagai hak Saida Fatima Bintra Surula SAW.

Serangkaian kebijakan yang dikeluarkan Umar perlahan membuat marah berbagai kalangan di Umayyah. Puncaknya adalah Umar mencabut semua hak istimewa Bani Umayyah kepada orang lain.

Harta kekayaan yang selama ini mereka kumpulkan dengan cara palsu akan disita dan dikembalikan ke Baitul Mal. Hal yang sama berlaku untuk tanah dan posisi yang mereka miliki. Semua ditata ulang secara proporsional.

Hal ini telah menyebabkan protes dari banyak keluarga Umayyah, yang telah menikmati kemewahan menjadi bangsawan terkemuka di kalangan Muslim selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya kesabaran mereka habis, mereka bersekongkol untuk membunuh Khulafah Rasyidin kelima.

Membunuh Umar bin Abdul Aziz sebenarnya tidak sulit. Itu tidak memiliki sistem kontrol yang ketat. Dia berjalan sendirian di pasar, di tengah masyarakat. Tidak ada mekanisme keamanan khusus saat dia makan dan minum. Namun pembunuhan ini harus berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Akbar Shah Najeebabadi memberi tahu mereka bahwa mereka akhirnya memilih metode meracuni Omar. Mereka memanggil Arras, budak Omar, dan mencoba membujuknya untuk meracuni makanan Omar bin Abdul Aziz. Rencananya berhasil.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Umar bin Abdul Aziz melepaskan budaknya yang Meacuni Dirinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel