6 Cara Menjadi Pengusaha Agar Sukses Ala Rasulullah SAW

source image: istockphoto.com

Baru memulai bisnis? Simak cara menjadi pengusaha sukses ala Nabi SAW di bawah ini dan lihat sendiri dampaknya!

Menghasilkan uang dari perdagangan mungkin telah diremehkan satu dekade lalu.

Di zaman orang tua kita, bekerja di perusahaan lebih bergengsi daripada menjadi pengusaha.

Tapi sekarang, ada pengusaha muda di mana-mana.

Apalagi di masa pandemi seperti ini, banyak karyawan yang di-PHK, membuat orang memulai bisnis dari rumah.

Inilah sebabnya mengapa berdagang dan berwirausaha adalah salah satu jalan menuju pintu penghidupan.

Padahal, Nabi Muhammad SAW telah menganjurkan perdagangan kepada umat Islam.

Alasan Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk berdagang

Menurut Ustaz Erick Yusuf, dilansir dari Republika.com, Nabi menilai kegiatan jual beli merupakan kegiatan yang banyak memberi manfaat bagi banyak orang.

Ustaz Erick Yusuf menambahkan bahwa bekerja keras sejak dini akan mendewasakan seseorang dan dapat memberikan banyak pelajaran penting dalam hidup.

Kisah Nabi Muhammad SAW sebagai contoh bagaimana menjadi pengusaha sukses

Rasulullah SAW dikenal sebagai pedagang yang ulung.

Dia tinggal di keluarga pedagang, jadi dia terlibat dalam perdagangan sejak dia masih kecil.

Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfurry dari Sirah Nabawiyyah mengatakan perjalanan dagang pertama Nabi adalah ketika dia berusia sekitar 12 tahun, lapor Umma.id.

Dia ikut serta dalam perjalanan dagang pamannya Abu Thalib.

Selama perjalanan inilah Nabi bertemu dengan para biarawan Kristen yang mengenalinya sebagai utusan Allah yang terakhir.

Pada usia 17 tahun, Muhammad memimpin ekspedisi perdagangan ke luar negeri.

Setelah Nabi Muhammad menikah dengan Umm al-Muhammad Khadijah, kesuksesan komersialnya pun semakin gemilang.

Khadijah memilih Muhammad sebagai tangan kanannya dalam bisnis.

Keputusannya sangat tepat, karena di tangan Nabi, bisnis Cadia di negeri Syam semakin berkembang dan semakin menguntungkan.

Cara menjadi pengusaha sukses yang bisa Anda tiru
Setiap muslim bisa meniru kesuksesan Nabi Muhammad SAW.

Berikut beberapa cara trading Nabi Muhammad SAW yang bisa dicontoh untuk mengembangkan bisnis Anda agar semakin sukses.

1. Berdagang karena Allah SWT

Harta dan kekayaan bukanlah tujuan utama transaksi Nabi.

Landasan utama keimanannya adalah Allah SWT.

Sesuatu tentang niat ini disebutkan dalam HR. Buhari dan Muslim

“Sesungguhnya berhati-hatilah, sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan dibayar berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang berhijrah karena dunia yang diinginkannya, atau karena wanita yang diinginkannya. menikah, maka dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.”

2. Jujur dan dapat dipercaya

Rasulullah SAW dikenal sangat jujur ​​dalam bertransaksi.

Dia tidak pernah mengecilkan ukuran timbangan dan jujur ​​tentang kondisi barang yang dia jual.
Bahkan, tidak jarang dia menaikkan timbangan untuk menyenangkan kliennya.

Kejujuran dalam bertransaksi juga disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an.

Salah satunya ada di bagian 9 Ar-Rahman:

“Dan tegakkan keseimbangan dengan keadilan, jangan kurangi keseimbangan.”

3. Tidak menebar janji berlebihan

Banyak pedagang yang terlalu berjanji untuk menarik konsumen.

Misalnya, "Item ini tidak akan rusak selama bertahun-tahun", "Pekerjaan akan selesai dalam 2 minggu".

Kata-kata ini tidak boleh diucapkan karena tidak ada yang tahu kehendak Allah dan semuanya bisa diubah dengan kehendak Allah.

Mengutuk, terutama sumpah palsu, adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah (SAW) berkata: "Suka tidak menjual barang, tetapi menghilangkan berkah."

4. Penggunaan yang wajar

Siapa bilang cara menjadi pengusaha sukses adalah dengan meraup untung besar?

Kita sering menemukan penjual yang mempromosikan barangnya dengan harga premium.

Misalnya, saat pandemi baru melanda Indonesia, masker akan menggelembungkan penjual.

Padahal, Nabi tidak pernah melakukan taktik licik seperti itu.

Sebaliknya, ia selalu mendapat untung yang wajar dan jujur ​​ketika ditanya tentang modalnya.

Kembali ke prinsip di atas, Nabi Muhammad SAW berdagang bukan untuk mencari keuntungan, tetapi karena ridho Allah SWT.

5. Jual properti Anda sendiri, bukan milik orang lain

Bisnis sistem dropshipping yang sangat populer saat ini, kami menjual produk orang lain kepada konsumen tanpa harus membelinya terlebih dahulu.

Produk yang kami jual memiliki gambar, jika konsumen melakukan pemesanan, pemilik akan mengirimkan nama dan alamat toko kami.

Rasulullah SAW menasehati kita untuk tidak menjual barang yang bukan milik kita karena dapat merugikan pihak lain.

6. Jangan menimbun barang

Ingat ketika vendor menimbun masker dan pembersih tangan?

Mereka sengaja menimbun barang dan hanya mengeluarkannya saat permintaan melonjak.

Tindakan seperti ini hanya akan berdampak buruk kehabisan stok barang sehingga mengganggu harga pasar.

Apalagi tindakan ini dilakukan untuk kepentingan mereka sendiri.

Diriwayatkan oleh Mar bin Abdullah bahwa Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan: "Tidak ada yang menimbun kecuali dia berdosa." (H.r. Muslim)

Inilah 6 cara menjadi pengusaha sukses ala Rasulullah SAW.

Cobalah untuk menerapkannya dan buktikan diri Anda dalam bisnis Anda diberkati oleh Allah SWT.

Selamat mencoba cara menjadi pengusaha sukses seperti yang dijelaskan diatas, selamat mencoba

Belum ada Komentar untuk "6 Cara Menjadi Pengusaha Agar Sukses Ala Rasulullah SAW"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel